Sabtu, 01 Juni 2013



Tugu 
Duri itu adalah sebutan keren dari salah satu kecamatan TerkaYa di indonesia, bagaimana enggak bermilyar2 barrel Minyak bumi udah di keruk dari daerah ini sejak berpuluh2 tahun yang silam. Biasanya selentingan orang2 akan akan menyebut Duri kota Atas minyak Bawah minyak, maksudnya minyak bumi dan minyak sawit.

Duri bukan kota besar seperti Bandung, Jakarta, ataupun Nagor. Duri hanyalah kota kecil yang berada di Riau, ibukotanya Pekanbaru. Walaupun hanya kota kecil , tetapi Duri punya contribute besar dalam export minyak dunia dan menyumbang sekitar 60% produksi minyak mentah di Indonesia. Hal ini karena 90% wilayahnya merupakan penghasil minyak dibawah naungan PT.Chevron Pasific Indonesia. kampung halaman ku ini seakan-akan menjadi primadona hehehe.

        kota Duri merupakan daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia. Kota Duri menjadi pusat operasional perusahaan raksasa minyak PT. PT.Chevron Pasific Indonesia yang merupakan perusahaan kontrak bagi hasil dengan pemerintah RI.
         PT.Chevron Pasific Indonesia merupakan anak perusahaan dari Chevron yang bertugas mengeksplorasi minyak yang ada di Riau. Sebelum diambil ahli oleh Chevron , perusahaan ini bernama Caltex Pasific Indonesia. CPI merupakan perusahaan minyak kontraktor terbesar di Indonesia dengan produksi sudah mencapai 2 milyar barrel minyak.
           Pada 1980, Caltex Pasific Indonesia merasa memerlukan terobosan untuk meningkatkan produksi minyak di ladang minyak Duri. Pada tahun ini dibangunlah proyek system Injeksi Uap terbesar dunia yaitu Duri Steam Flood , yang diresmikan mantan presiden Indonesia , Soeharto pada pertengahan 1980an.
Tahun 2005, Caltex Pasific Indonesia, sebagai anak perusahaan & Taxaco Inc.diakuisisi oleh Chevron bersama dengan Taxaco & Unocal. Maka, resmi nama PT.Catex Pasifi Indonesia menjadi PT.Chevron Pasific Indonesia.
             Sungguh , aku terpesona dengan semua prestasi-prestasi yang telah dicapai PT.Chevron Pasific Indonesia. PT.Chevron Pasific Indonesia mencatat prestasi gemilang. Perusahaan yang sudah 85 tahun menjadi mitra pemerintah dibidang perminyakan itu berhasil m PT.Chevron Pasific Indonesia encapai produksi minyak komulatif 11 milyar barell tahun lalu. Minyak yang dihasilkan dari lapangan PT.Chevron Pasific Indonesia yang sudah berproduksi sejak 1952.
Prestasi yang diraih oleh PT.Chevron Pasific Indonesia ini merupakan pencapaian penting bagi kemajuan Indonesia. 11 barel minyak?? Menurutku itu angka yang cukup fantastic. Lapangan-lapangan minyak yang dikelola di Riau merupakan tulang punggung produksi nasional. Dihasilkan dari lapangan terbesar di Duri. Lapangan tersebut salah satu lokasi pengembangn injeksi uap(steam flood) terbesar di dunia.
          Dibawah perut bumi tanah kelahiranku itu masih menyimpan banyak minyak. Terkadang mataku ingin menangis , hatiku ingin menjerit melihat semua kekayaan perut bumi ini dikeruk pihak asing. Tapi, apa boleh buat , bangsa ini belum mampu untuk mengelolah hasil kekayaan bumi ini secara independen.

kalau kamu ke duri akan sering melihat benda ini 

Kota yang kaya ini di diami oleh penduduk asli(suku Sakai) yang sudah tergusur jauh dari pedalaman hutan , ada pula penduduk Melayu, mayoritas dipegang orang-orang Minang yang merantau , Suku Batak perantauan dan pendatang serta campuran dari berbagai suku.
           percampuran  suku ini membuat orang Duri mempunyai bahasa unik , campuran dari bahasa Minang dan logat Padang dan Melayu  . benar-benar kombinasi yang cukup unik.
Anak-anak Duri tidak terbiasa menyapa dengan kata Loe.. Gue... ..tapi dengan kata kamu,Kau, aku, awak ini, awak itu. Menekankan sesuatu biasanya dengan menambahlkan kata “kali” bukan kata “banget”, misalnya : “kaya kali kau ini” mungkin kata “kali ”
            Untuk lebih menekankan kata sifat terkadang tidak cukup kata “kali” saja , tetapi juga ditambahkan dengan kata “dang”, contoh :”kaya kali dia dang.”
Yang paling unik lagi , kalau menyangkal sesuatu atau tidak setuju dengan sesuatu biasanya tidak hanya memakai kata “tidak” tapi lebih diberi penekanan dengan menggunakan kata “do” , contoh :”eeehhh.. nggak do..”
Kalau lagi takjub dengan sesuatu biasanya memakai kata “ndeeehh..”. mungkin ini asal kata “ondeh” dari bahasa minang. Contoh “ndeehhh..kaya kali dia dank..”
Dari segi logat , anak Duri jarang memakai e lemah, tetapi memakai e keras , seperti logat Batak. Hal ini terjadi karena bahasa-bahasa di Sumatra baik itu bahasa Minang maupun bahasa Batak memiliki penekanan e yang keras dan sangat jarang menggunakan e lemah.



mayoritas penduduk duri bekerja sebagai buruh di perusahaan minyak swasta,ada juga yang berkebun sawit,karet,pedagang,dll. 



Jika kamu ingin melihat gajah yang patuh dan dapat diajar untuk bermain bola kaki, atau melakukan atraksi lainnya, kamu tidak harus ke Wai Kambas Lampung,kamu dapat mengunjungi Duri di Kecamatan Mandau. Di kota ini, tepatnya di Desa Sebanga sejak beberapa tahun yang lalu telah dijadikan sebagai pusat pelatihan gajah. Jika kamu mengunjungi tempat ini tidak saja kita dapat melihat gajah-gajah yang patuh dan boleh disuruh membuat atraksi, tetapi kitapun dapat menunggangi dengan dipandu oleh para pawang gajah. Gajah di duri bisa Aksi juga loh, karena rumahnya(hutan) ditebang , merekapun demo ke perumahan chevron 

Chevron memiliki kompleks hunian pegawainya yang di lengkapi berbagai macam fasilitas mulai dari Sekolah, tempat ibadah,swalayan, Rumah Sakit,kolam renang,perpus,taman rekreasi,bioskop, sarana olah raga sampai dengan kantin yang tentunya hanya di peruntukkan bagi pegawai CPI . Didalam Kompleks CPI ini juga terdapat beberapa kantor yang difungsikan sebagai kantor administrasi, kalau di Ladang Minyak (Duri Field) itu untuk orang-orang yang kerja di lapangan, kalau di Kompleks ini biasanya di pakai untuk administrasi dan pengolahan data yang dipakai untuk mendukung pekerjaan di Ladang Minyak.



Begitu banyaknya fasilitas yang melengkapi kompleks CPI dan mewahnya fasilitas-fasilitas tersebut tak jarang membuat kesenjangan sosial antara warga yang bermukim di dalam kompleks dengan yang bermukin di luar kompleks. Bahkan warga yang bermukim di luar di wajibkan mempunyai izin (pass kendaraan bermotor seperti mobil dan motor) serta harus mematuhi semua aturan yang di wajibkan..hehehe..dan gak sering membuat main set bahwa orang-orang yang tinggal di dalam kompleks tersebut orang-orang gedongan, ekslusif (jadi inget buku laskar pelaginya Andrea Hirata yang bercerita tentang PT Timah dan penduduk setempat, ya kira2 begitulah gambarannya). Bagi pegawai CPI yang sudah berkeluarga memang diberikan fasilitas perumahan yang lumayan mewah beserta perabotannya ( kulkas, kompor, tempat tidur, meja, kursi dll ), ada juga fasilitas angkutan umum yang khusus untuk lalu lalang di dalam kompleks (mereka menyebutnya taxi).
 Di Duri pendidikan juga udah lumayan maju, mungkin karena ada komplek Chevron yang notabene ada fasilitas sekolah yg bertaraf internasional…


Selain sekolah ku juga ada cendana (khusus anak chevron),
Amerikan school (khusus warga asing) dan Juga sekolah-sekolah negeri lainnya  Kota Duri ini berada didalam sebuah kecamatan (catet ya KECAMATAN) dan ajaibnya sangat luas sebagai kecamatan, dan berpenghasilan sangat besar di banding kecamatan-kecamaatan lain di wilayah Riau bahkan dibandingkan dengan kecamatan lain di Indonesia. Kecamatan Mandau di Kota Duri merupakan salah satu kecamatan terkaya di Indonesia, menghasilkan minyak bumi dan minyak sawit **Atas dan bawah Minyak…keren yak** . Duri juga merupakan kontributor pajak  yang paling menunjang untuk Kabupaten Bengkalis karena itulah Bengkalis menolak mentah2 ketika Kecamatan Mandau ini menginginkan berdiri sendiri, tidak hanya dari ribuan pegawai kontraktor Chevron dan pegawai Chevron sendiri tetapi terutama dari puluhan Expatria yang bekerja di Duri. Saat ini pengeboran minyak bumi masih kerjasama antara PT. Chevron Pacific Indonesia dan BP Migas, serta ratusan kontraktor sebut saja; Tripatra-Fluor, Schlumberger, Haliburton, Truba Jaya, Adhikarya, Multi Structure, BRE dan masih banyak lagi kontraktor serta sub kontraktor lainnya.

Duri memiki 2 Jalur angkot, Jalan Hang Tuah dan sudirman, insya allah jalan-jalan diduri   dengan angkot ngak bakalan nyasar karena muter-muter doang, hehe
Mirip Alun-alun( kalau di jawa) diduri namanya Simpang Pokok Jengkol(pertigaan ini dinamakan Pokok Jengkol karena konon katanya di pertigaan ini dulu ada pohon jengkol yang sangat besar, sedangkan simpang adalah bahasa melayu yang apabila di bahasa indonesiakan artinya Tikungan).  Jalan Hang Tuah adalah salah satu jalan utama untuk lintas sumatera menuju Jakarta, Medan dan Aceh).













6 komentar:

  1. kecamatan terkaya, namun tak membuat warga nya sejahtera,.. sungguh miris rasanya,.. :(

    BalasHapus
  2. kecamatan terkaya emang,yang kenyang makan duit mandau itu pekerja asing..kerja sikit,gaji besar

    BalasHapus
  3. Ingin sekali rasanya untuk dapat bekerja di PT. CPI ini, tpi rasanya sangat sulit karena minimnya info lowongan kerja diperusahaan ini, apalagi untuk orang seperti saya yg bukan asli penduduk Duri, dan sama sekali gk ada kenalan..

    BalasHapus
  4. Utk simoang pokok jengkol bukan kononnya, tapi emang benar adanya hehehe....

    BalasHapus
  5. saya pernah tinggal di duri, kota kecil tapi banyak kenangan.

    BalasHapus
  6. Setuju sama san sanichi......
    Siang kepanasan malam kegerahan...
    Tapi saya tetap bangga tinggal di duri...

    BalasHapus

Blog Archives